Aksi Tanam Pohon Serentak Memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional

Posted on May 27, 2010

0


Cibinong, 22 Mei 2010 – Indonesia adalah negara terkaya akan keanekaragaman hayati ke-2 di dunia dan merupakan salah satu negara yang sudah meratifikasi konvensi keanekaragaman hayati pada tahun 1994 melalui Undang-Undang No. 5/1994 tentang Pengesahan United Nations Convention on Biological Diversity (Konvensi PBB mengenai keanekaragaman hayati, CBD). Cibinong, 22 Mei 2010 – Indonesia adalah negara terkaya akan keanekaragaman hayati ke-2 di dunia dan merupakan salah satu negara yang sudah meratifikasi konvensi keanekaragaman hayati pada tahun 1994 melalui Undang-Undang No. 5/1994 tentang Pengesahan United Nations Convention on Biological Diversity (Konvensi PBB mengenai keanekaragaman hayati, CBD).

Untuk itu dalam rangka hari keanekaragaman hayati dunia yang jatuh pada tanggal 22 Mei 2010 dan Tahun Keanekaragaman Hayati Internasional 2010, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mendukung Yayasan KEHATI dan Kebun Raya Bogor menyelenggrakan kegiatan penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia dalam program Pohonku-Sekolahku.

“SEID sebagai perusahaan yang selama ini selalu peduli terhadap lingkungan merasa perlu dan berkewajiban untuk terus secara berkesinambungan turut serta dalam melestarikan kekayaan alam Indonesia, salah satunya dengan ikut andil dalam program Pohonku-Sekolahku”, pungkas Ryunosuke Kitagawa, Brand Strategy Group Director PT Sharp Electronics Indonesia.

Hal ini juga selaras dengan kampanye penanaman pohon secara internasional, Green Wave (http://greenwave.cbd.int). Dalam program Pohonku-Sekolahku ini, lebih dari 30 sekolah di Jabodetabek ikut serta dalam penanaman bibit pohon yang dilakukan secara serentak pada tanggal 22 Mei, pukul 10.00 pagi. Pusat kegiatan penanaman pohon di Indonesia diadakan di SMUN 1 Cibinong, Jawa Barat. Penanaman ini tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia. Akan hadir pula perwakilan dari PBB untuk membacakan pesan PBB terkait dengan keanekaragaman hayati pada kesempatan tersebut.

”Ini merupakan hari yang sangat penting, sudah saatnya semua orang peduli pada pelestarian keanekaragaman hayati, sebab hidup kita bergantung pada keanekaragaman hayati”, ujar M.S. Sembiring, Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Indonesia. ”Siapapun anda dapat turut serta dalam aksi penanaman serentak ini dan tentunya turut partisipasi dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini SEID mendonasikan bibit pohon sebanyak 1000 buah yang terdiri dari 17 jenis pohon langka. Total pohon yang ditanam pada kesempatan kali ini berjumlah 2010 buah. Selain mendonasikan bibit pohon, SEID juga turut mendukung kegiatan workshop. “Workshop akan diadakan di sekolah-sekolah dampingan dengan menyelenggarakan kegiatan penyuluhan tata cara perawatan pohon setelah ditanam dan dilakukan selama 6 bulan kedepan sampai bulan November 2010. Kegiatan penyuluhan ini akan didampingi oleh staf ahli dari Kebun Raya Bogor”, ucap Pandu Setio dari PR & CSR Department PT Sharp Electronics Indonesia.

“Jenis pohon yang ditanam adalah 17 jenis pohon langka, seperti bisbul, jamblang, alkesha dan lainnya” ungkap Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya Bogor, Ir. Mustaid Siregar, M.Si. “Hal ini kami lakukan untuk memperkenalkan tanaman khas Indonesia yang sudah mulai langka kepada anak sekolah di Indonesia” lanjutnya.

Sudah saatnya kita bersama sebagai penghuni bumi yang bertanggung jawab untuk ikut serta dalam upaya menyelamatkan bumi, dan keanekaragaman hayati di dalamnya, agar dapat menopang kesinambungan kehidupan manusia di bumi.

Sekilas tentang:
Sharp Cares:
CSR PT Sharp Electronics Indonesia bernaung pada SHARP CARES (Creativity, Attention, Recovery, Earth, Sincerity). Creativity (Kreatifitas) mengandung arti  sikap kerja yang selalu mencari nilai lebih dan selalu membuat inovasi. Attention (Perhatian), SEID selalu memberikan perhatian khusus pada masalah sosial di Indonesia, seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Recovery (Pemulihan), SEID di setiap kegiatannya berusaha untuk melakukan hal yang mampu  memberikan perbedaan dan memulihkan suatu kondisi bagi masyarakat menuju arah yang lebih baik. Earth (Bumi) yang berarti SEID peduli untuk menjaga Bumi agar dapat terus menopang kelangsungan hidup seluruh makhluk yang tinggal di dalamnya. Sincerity (Kesungguhan hati) adalah sikap kerja yang mendasar untuk menghasilkan solusi yang berguna dan juga kebahagian bagi semua orang. SEID memfokuskan program CSR nya pada Pendidikan, Sosial, Kesehatan, dan Lingkungan.

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI)
Didirikan tanggal 12 Januari 1994 oleh Prof. Emil Salim dkk, merupakan sebuah lembaga penyandang dana nirlaba dan mandiri yang bertujuan memberi dukungan sumber daya dan memfasilitasi berbagai aktifitas pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di Indonesia secara berkelanjutan. Informasi lengkap dapat dilihat di http://www.kehati.or.id.

Sejarah Hari Keanekaragaman Hayati
Hari Internasional untuk Keanekaragaman hayati (The International Day for Biological Diversity) diperingati pertama kali pada tanggal 29 Desember 1993 berdasarkan penetapan Komite Kedua Majlis Umum PBB pada tahun 1993. Penetapan tanggal 29 Desember sebagai Hari Keanekaragaman hayati Sedunia bertepatan dengan pelaksanaan Konvensi Tentang Kenaekaragaman Hayati (COP- Convention on Biological Diversity). Tanggal 22 Mei 1992 merupakan tanggal pengesahan Teks Kesepakatan Keanekaragaman (Nairobi Final Act of the Conference for the Adoption of the Agreed Text of the Convention on Biological Diversity). Pertemuan di Nairobi, Kenya yang berlangsung pada tanggal 11-22 Mei 1992 merupakan pertemuan terakhir sebelum pelaksanaan United Nations Conference on Environment and Development (3-14 Juni 1992) yang menghasilkan UN Convention on Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati).

The Green Wave
Green Wave adalah program keanekaragaman hayati secara global yang bertujuan untuk mengajak partisipasi kaum muda untuk melakukan perubahan seperti satu sekolah, satu pohon pada saat yang bersamaan. Program Green Wave ini mendorong dilakukan secara lokal, membangun kemitraan secara global di seluruh dunia, dan melakukannya di lokasi masing-masing sehingga dapat berdampak global dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati. Green Wave program dilakukan satu kali dalam satu tahun, pada tanggal 22 Mei yang merupakan hari keanekaragaman hayati dunia. Untuk ikut berpartisipasi, sekolah, anak-anak dan lain-lain dapat melakukan penanaman pohon pada waktu setempat, pukul 10 pagi, sehingga membentuk gelombang hijau di seluruh dunia. Peserta dapat mengunggah (upload) hasil foto proses penanaman pada situs green wave dan berbagi cerita tentang bagaimana proses penanaman pohon dengan anak lain di seluruh dunia. Peta interaktif yang merupakan hasil akhir penanaman dapat dilihat pukul 20.10 malam, waktu setempat.

Sejarah Singkat Konvesi Keanekaragaman Hayati
Secara singkat sejarah munculnya konvensi keanekaragaman hayati adalah dari hasil pertemuan KTT Bumi Tahun 1992 di Rio de Janeiro yang merupakan bentuk penegasan kembali dari Deklarasi Stockholm pada tanggal 16 Juni Tahun 1972, terutama menyangkut isi deklarasi bahwa permasalahan lingkungan merupakan isu utama yang berpengaruh pada kesejahteraan manusia dan pembangunan ekonomi di seluruh dunia (butir ke-2 Deklarasi Stockholm). Pertemuan KTT Bumi Tahun 1992 di Rio de Janeiro ini telah merumuskan  lima dokumen, yakni;
1.    Deklarasi Rio;
2.    Konvensi Acuan tentang Perubahan Iklim;
3.    Konvensi Keanekaragaman Hayati;
4.    Prinsip-Prinsip Pengelolan Hutan; dan
5.    Agenda 21.

Prinsip dalam konvensi keanekaragaman hayati adalah bahwa setiap negara mempunyai hak berdaulat untuk memanfaatkan sumber – sumber daya hayati sesuai dengan kebijakan pembangunan lingkungannya sendiri dan mempunyai tanggung jawab untuk menjamin bahwa kegiatan – kegiatan yang dilakukan di dalam yurisdiksinya tidak menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan negara lain atau kawasan d luar batas yuridiksi nasional.