PROGRAM UNGGULAN MINGGU INI (27 s/d 30 Mei 2010)

Posted on May 27, 2010

0


Jakarta, 26 Mei 2010 – Metro TV kembali menghadirkan beragam program unggulan minggu ini yang dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi para pemirsa.

OASIS : Menggapai Berkah Utama Kamis, 27 Mei 2010 pukul 13.05 – 13.30 wib.

Kehadiran Bhante Subhacaro dalam kegiatan-kegiatan sekolah Dharma Widya memberi nuansa berbeda di sekolah ini. Sekolah yang terletak di Rawa Kucing, Sewan, Tangerang ini merupakan sekolah umum yang berciri Buddhis. Sejak tiga tahun lalu Bhante Wongsin Labhiko Mahatera mengambil alih pengelolaan sekolah ini. Sejak didirikan pada tahun 1988 oleh Lakita Rudiya dan istrinya, sekolah ini berusaha mewariskan nilai-nilai luhur ajaran Sang Buddha. Hingga kini nilai-nilai itu terus ditanamkan pada para siswa. Bhante Wongsin sendiri mengutus muridnya ikut membantu penyelenggaraan sekolah.

Dalam ajaran Buddha, pendidikan memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas seseorang. Dengan pendidikan diharapkan setiap manusia memiliki pengetahuan dan ketrampilan. Mereka terlatih baik dalam tata susila serta ramah tamah dalam ucapan. Jika semua aspek itu telah tercapai maka mereka telah memperoleh berkah utama. Setiap orang dapat menggapai berkah utama dan sekolah menjadi salah satu wahananya. Bagaimanakah sekolah Buddha ini membentuk karakter para pelajarnya?

GENTA DEMOKRASI : Ada Pungli di Balik Jeruji Kamis, 27 Mei 2010 pukul 20.30 – 21.00 wib.

Upaya reformasi birokrasi di tubuh Departemen Hukum dan HAM, khususnya di Lembaga Permasyarakatan (LP), tampaknya masih memerlukan waktu cukup lama.

Budaya pungutan liar, hingga kini belum sepenuhnya bisa diberantas. Apalagi dengan jumlah penghuni LP yang rata-rata selalu melebihi kapasitas, pungutan-pungutan liar terhadap narapidana ataupun keluarganya, tentu jumlahnya kian menggiurkan. Celakanya, pungutan liar itu juga melibatkan para narapidana. Boleh jadi, ini menjadikan tujuan Lembaga Pemasyarakatan sebagai institusi untuk ”menormalkan” perilaku para mantan pelaku tindak kejahatan, kian jauh panggang dari api. Bagaimana modus pat-gulipat di dalam LP? Saksikan hanya di Genta Demokrasi.

KICK ANDY : Semua Demi Anakku Jum’at, 28 Mei 2010 pukul 21.30 – 23.00 wib dan Minggu, 30 Mei 2010 mulai pukul 15.30 – 17.00 wib.

Banyak perempuan memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah ditinggal sang suami. Mereka memilih untuk membesarkan anak-anaknya sendiri. Perlu keberanian dan kekuatan tersendiri untuk menghadapinya, terlebih jika anak yang menjadi warisan sang suami jumlahnya tidak sedikit. Tiga perempuan dengan jumlah anak bervariasi, yakni 7 orang, 12 orang, dan 15 orang, akan membagi kisahnya di episode Kick Andy kali ini. Nisma (71), adalah seorang ibu yang harus menjanda di usia 38 tahun. Suaminya, Ramli Rangkuti, meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di tahun 1978. Ramli yang hanya bekerja sebagai karyawan di perkebunan karet itu, tak banyak meninggalkan warisan kecuali pesangon senilai Rp. 4,5 juta dan tujuh orang anak. Anak paling besar berusia 17 tahun dan yang bungsu masih berumur 18 bulan. Perempuan yang selama ini hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mengaku sempat stres dengan takdir yang menimpanya. “Saya sempat putus asa, sampai kemudian paman saya menasihati saya agar kuat dan tabah demi anak-anak,” ujar Nisma saat tampil di Kick Andy.

Nisma dan tujuh anaknya yang tidak diwarisi rumah itu kemudian pindah ke rumah mertuanya di Siantar. Uang pesangon suaminya ia depositokan di bank. Dari deposito itu memperoleh bunga sekitar Rp. 50.000,-/bulan. Uang itu lah yang jadi sumber kehidupan mereka. Namun Nisma menyadari, kebutuhan hidup dia dan ketujuh anaknya itu terus bertambah, apalagi anak-anak harus disekolahkan. Perempuan yang hanya lulusan SMP ini bertekad, agar semua anaknya bisa sekolah lebih dari pendidikannya. Lambat laun uang deposito itu pun mencair jadi tabungan biasa dan dipakai untuk hidup sehari-hari. Nisma pun kemudian mencoba berjualan keliling, dengan modal kepercayaan dari seorang pedagang batik di Medan. Puluhan tahun ia berjualan keliling dari pintu ke pintu, menjajakan kain yang dijualnya secara kredit.

Di tengah kesibukannya, ia tak lupa untuk selalu mengingatkan anak-anaknya agar rajin belajar. Dalam urusan sekolah, Nisma memiliki aturan ketat. Semua anaknya wajib bersekolah negeri, begitu juga dengan kuliah. Tak lulus sekolah atau kuliah di negeri? Maka tak ada kesempatan untuk sekolah tinggi-tinggi. “Ya saya mana mampu menyekolahkan di swasta,” tegasnya. Dengan upayanya yang tertatih-tatih, Nisma kini telah berhasil meraup kebahagiaan. Lima dari tujuh anaknya kini sudah menjadi sarjana, dan dua anak lulus SMK, semuanya sudah bekerja. “Sekarang malah mama saya, adalah ibu yang paling bahagia,” ujar Ratna Mardianti, putri ke-4 Nisma.

Dari Jakarta, ada Ibu Nafisah Ahmad Zen Shahab (63). Dia adalah ibu dari 12 anak, yang merupakan warisan dari suaminya, Alwi Idrus Shahab. Seperti juga Nisma, Nafisah pada awalnya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Namun sejak suaminya meninggal, ia harus mengubah profesinya menjadi pedagang, meneruskan usaha suaminya. Dia meneruskan amanat suaminya untuk menjadikan anak-anaknya sebagai dokter. Kini, dari 12 anaknya 10 orang sudah menjadi dokter, satu Sarjana Kimia, dan 1 lainnya lulus SKP.

Sementara itu Ibu Mulia Karuseng (67), dari Pare-Pare, Sulawesi, adalah seorang orang tua tunggal yang memiliki warisan anak terbanyak dari nara sumber Kick Andy kali ini. Sewaktu suaminya, As’ad Kamaludin meninggal tahun 1985, Mulia memiliki kewajiban untuk mengurus 15 anak. Anak paling kecil masih berusia 3 tahun. “Saya membesarkan anak-anak saya dengan modal nekat,” katanya. Ia hanyalah seorang ibu rumah tangga dan kemudian belajar untuk bisa berdagang, meneruskan usaha suaminya. Pasang surut kehidupan ia jalani. Perempuan yang tidak lulus SMP ini selalu menanamkan pesan-pesan tentang kejujuran, kesabaran, dan kedisplinan pada anak-anaknya. Anak-anak yang sudah besar dan bisa bekerja kemudian membantu Mulia untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Hampir di semua keluarga dengan orang tua tunggal, kekompakan adalah kunci utama dalam keberhasilan keluarga mereka. Mulia kini sedang memetik buah perjuangannya, kegiatannya saat ini adalah berkeliling mengunjungi anak-anaknya yang kini sudah bisa dibilang sukses. Lima anaknya sudah menjadi dokter, tujuh anak bergelar Insinyur, dua sarjana Ekonomi dan satu putranya lulusan Akademi Angkatan Laut. Inilah episode tentang perjuangan dan perjuangan seorang ibu dalam kapasitasnya sebagai orang tua tunggal. Mereka yang telah menyerahkan seluruh upaya demi pendidikan dan masa depan anak-anaknya.

OPRAH WINFREY SHOW : Amazing Animals – Sabtu, 29 Mei 2010 mulai pukul 11.05 – 12.00 wib.

Keberanian datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Faith seekor anjing yang berumur 3 tahun adalah salah satu dari sebuah keajaiban yang ada. Lahir dengan kaki depan yang cacat, anak anjing kecil itu diselamatkan oleh keluarga Stringfellow. Faith hanya bisa bergerak dengan menyeret dirinya sendiri di lantai. Meskipun mereka dianjurkan dokter hewan mereka meletakkan Faith di bawah, keluarga memilih untuk memberikan rumah untuknya.

Cinta datang dalam bentuk paket yang berbeda-bahkan dalam bentuk hewan peliharaan manis. Untuk Larry dan keluarganya, cinta datang dalam bentuk anjing bernama Oogy/ Hewan yang tak kalah menarik lagi lainnya yaitu Boo Boo, seorang Chihuahua dari Raceland, Kentucky, memegang Guinness World Record untuk menjadi anjing terkecil di dunia. Lana, pemilik Boo Boo, mengatakan dia berukuran ibu jari saat lahir dan beratnya kurang dari satu ons. “Aku menyuapinya dengan pipet mata karena dia tidak bisa menggunakan botol,” kata Lana. Lain lagi dengan Gibson yang memiliki ukuran yang tidak biasa dari hewan pada umumnya. Ia memegang rekor Guinness sebagai anjing terbesar di dunia. Bila diukur pada tahun 2004, panjang Gibson ini 42 inci dari kaki ke bahu, pada kaki belakangnya, dia 7’2 ” yang berarti bahwa satu inci lebih tinggi dari semua bintang NBA Shaquille O’Neal. Saksikan aksi mereka yang lucu-lucu hanya di Metro TV!

EXPEDITION : Indonesia di Puncak 7 Benua (Eps. 2)Sabtu, 29 Mei 2010 pukul 17.05 – 17.30 wib.

Setelah  berhasil mencapai puncak Ndugu-Ndugu, tim Seven Summits mencoba untuk mencapai puncak Nga Pulu dan Ndugu-Ndugu Timur, puncak di pegunungan Jayawijaya yang masih tertutup es. Dalam pendakian ini tim melakukan simulasi teknik pendakian di es, seperti Self Arrest, Camp Craft, dan Rescue Crevasse karena 6 puncak berikutnya yaitu : Kilimanjaro, Elbrus, Aconcagua, Mc Kinley, Vinson Massif dan Everest merupakan puncak dengan medan es. Tim berlatih teknik pendakian di es yang semakin menyusut dimana es yang sekarang menutupi pegunungan Jayawijaya tinggal 2 km persegi dari 20 km persegi ditahun 1850, telah terjadi penyusutan 90% selama 150 tahun terakhir.

METRO FILES : Tragedi Berdarah di Pantai MaukSabtu, 29 Mei 2010 pukul 19.05 – 20.00 wib.

Otto Iskandar Dinata adalah pejuang kemerdekaan yang lahir di Bandung 31 Maret 1897. Kiprahnya dimulai ketika ia memimpin Pagoejoeban Pasoendan. Disinilah Otto bergerak dalam bidang pendidikan (mendirikan banyak sekolah), budaya, ekonomi (Bank dan koperasi) dan hukum (lembaga bantuan hukum dan rehabilitasi mantan narapidana). Tahun 1931 sampai 1941 ia menjadi anggota Volksraad, yang menjadi embrio dari Dewan Perwakilan Rakyat di kemudian hari.  Sebagai salah satu tokoh terkemuka pada masa itu, Otto pun terlibat  dalam mempersiapkan kemerdekaan dengan menjadi anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia) dan duduk pada PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Otto Iskandar Dinata lah yang mengusulkan agar Soekarno dipilih sebagai Presiden dan Hatta sebagai Wakil Presiden.

Setelah Indonesia merdeka, Otto diangkat menjadi Menteri Negara yang mengurus masalah keamanan. Dalam kedudukan itulah ia hilang pada akhir tahun 1945. Bisa dikatakan Otto Iskandar Dinata adalah “orang hilang” pertama dalam sejarah Republik Indonesia. Baru 14 tahun kemudian (1959), terungkap bahwa ia dibunuh seorang polisi bernama Mujitaba. Pembunuhan itu dilakukan di pantai Mauk, Tangerang. Sang pelaku dihukum 15 tahun penjara. Namun di dalam pengadilan tidak terungkap siapa yang menyuruh Mujitaba. Rijana Abdurrasyid (kini Prof.Dr) yang menjadi jaksa dalam persidangan itu meminta tambahan waktu sidang untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan itu. Tapi usulannya tak terkabul, sehingga hanya pelaku lapangan yang tertangkap dan dihukum, namun aktor intelektualnya tak tersentuh. Hingga kini kematiannya tetap menjadi misteri dan jasadnya tidak pernah ditemukan.

FACE 2 FACE with Desi Anwar : Ivo Josipovic Sabtu, 29 Mei 2010 pukul 20.05 – 21.00 wib.

Dalam wawancara ekslusif kali ini, Desi Anwar akan berbicara dengan tokoh dunia Presiden Kroasia, Ivo Josipovic, tentang harapan dan tantangan negara yang ia pimpin, serta kehidupan pribadi juga beragam kisah inspiratif lainnya. Presiden yang baru menjabat di bulan Februari 2010 ini memiliki latar belakang profesional yang menarik, yaitu sebagai Profesor bidang hukum, pengacara dan sebagai musisi yang aktif menciptakan lagu. Desi Anwar berkesempatan untuk mengenal lebih dalam Kroasia dalam kunjungannya ke Zagreb, ibukota pemerintahan Kroasia yang juga merupakan pusat bisnis negara tersebut. Kroasia yang hanya memiliki penduduk sejumlah 4,5 juta jiwa tersebut kini menjadi salah satu tujuan favorit wisata dunia dengan jumlah wisatawan asing mencapai 11 juta jiwa per-tahunnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga akan menyoroti salah satu tantangan utama yang sedang dihadapi Kroasia yaitu masalah korupsi dan masalah kriminal terencana yang marak dipraktekkan oleh kaum elite atau kelas atas bangsa itu. Sebuah tantangan yang juga dihadapi oleh bangsa Indonesia. Kemudian, kita juga diajak untuk mengamati dan mengambil pelajaran dari pengalaman dan permasalahan yang dihadapi bangsa lain untuk pada akhirnya menerapkan solusi yang terbaik bagi tantangan yang dihadapi oleh negeri ini.

WORLD CINEMA : Harimau yang LaparSabtu, 29 Mei 2010 pukul 22.05 – 23.00 wib.

Film dokumenter bertajuk “Hungry is The Tiger” (Harimau yang Lapar) terpilih untuk diputar di “Asiatica Film Mediale”, festival film bergengsi di Roma, Italia.
Produser Hashim Djojohadikusumo, di Jakarta, Selasa mengatakan, film itu produksi berkualitas internasional hasil kerjasama tim gabungan dari Indonesia dan dari luar negeri. “Ini adalah prestasi yang membanggakan bagi industri kreatif Indonesia sekaligus pelecut semangat anak bangsa untuk terus mempersembahkan karya-karya Indonesia terbaik ke dunia Internasional,” kata Hashim Djojohadikusumo yang memproduseri film dokumenter tersebut melalui PT Media Desa Indonesia, perilis film drama perjuangan “Merah Putih”. Film dokumenter yang melibatkan Christine Hakim dan Sudjiwo Tejo di dalamnya itu bercerita tentang krisis pangan dunia, kelaparan, dan kekurangan gizi dengan latar belakang wilayah Gujarat dan Rajasthan di India serta sejumlah daerah di Jawa, Bali dan Sumba, Indonesia.

Sinematografi karya Yadi Sugandi menggambarkan Asia Selatan yang hancur oleh serangkaian krisis keuangan, jatuhnya harga komoditi dan kekurangan pangan. Film tersebut juga menggambarkan betapa negara Indonesia merupakan wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam namun sebagian penduduknya masih miskin dan sulit mendapatkan bahan makanan pokok. “Dalam film ini kami bukan hanya menggambarkan soal krisis pangan dunia, kekurangan gizi, serta kelaparan namun menawarkan solusi atas permasalahan tersebut,” katanya.
Ia menyebutkan, solusi yang ditawarkan dalam film itu adalah bagaimana mengembangkan peternakan sapi yang dianggap bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi kekurangan gizi karena bisa menghasilkan susu sekaligus untuk mengembangkan perekonomian masyarakat petani. Film tersebut akan dipertunjukkan pada 1 dan 2 November pada perhelatan festival film Asiatica Film Mediale di Roma, Italia. Festival tersebut mempersembahkan film-film asia terbaik serta menyelenggarakan beberapa seminar dan kelompok diskusi yang membahas berbagai masalah ekonomi, politik dan keuangan di Asia dan bagian dunia lainnya. Pemutaran “Hungry Is The Tiger” ini juga merupakan pembuka bagi “World Food Summit” yang diselenggarakan oleh PBB pada 16 hingga 18 November di kota yang sama sebagai wadah dari berbagai organisasi yang membahas mengenai krisis kelaparan dunia.

SUPERNANNY : Newton Family Minggu, 30 Mei 2010 mulai pukul 14.05 – 15.00 wib.

Jo membantu keluarga yang telah bercerai, Harun dan Vicki Newton dengan dua anak laki-laki mereka : Aaron Jr (12 tahun) dan Kobe (5 tahun). Sementara anak laki-laki berkelakuan baik dengan ayah mereka, Kobe berkelakuan buruk terhadap Vicki dengan menendang, memukul, dan menggigit. Harun menegaskan ia tidak membutuhkan bantuan Supernanny karena keterampilannya yang tegas, dia percaya Vicki lah yang memerlukannya. Dapatkah Jo membantu pasangan yang sudah berpisah ini?

MARIO TEGUH GOLDEN WAYS : Membarukan Hidup Minggu, 30 Mei 2010 mulai pukul 19.05 – 20.00 wib.

Tidak ada seorangpun diantara kita yang tidak membutuhkan kehidupan yang baru yang lebih kuat daripada keharusan-keharusannya, yang lebih besar kemampuannya dalam membiayai kehidupan yang baik. Dan mudah-mudahan kita mencapai pengertian yang mengikhlaskan kita mengambil sikap menjadi pribadi baru yang pantas bagi kehidupan yang baru.

Hidup yang bebas dari penyesalan masa lalu adalah hidup yang hari ini terlalu sibuk memikirkan kebaikan-kebaikan bagi masa depan, daripada membebani diri dengan kesalahan di masa lalu. Jangan sampai ketidakpercayaan kita kepada orang lain, mengurangi hak kita untuk menjadi pribadi yang besar. Semakin buruk lingkungan, semakin besar tanggungjawab kita untuk menjadi pribadi yang benar. Yang mengecilkan kehidupan bukanlah kurangnya kemampuan, tapi kurangnya kesungguhan untuk bertindak dan kurangnya penghormatan kepada diri sendiri sebagai modal pertama bagi pembaruan kehidupan.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi :

Henny Puspitasari

PR & Publicity Manager

Tel : (021) 583.00077 ext. 22015

Fax : (021) 581.6216

E-mail : henny@metrotvnews.com

Hp : 0817 776214 / 0816 908625

Atau klik di website METRO TV :

www.metrotvnews.com

Tagged:
Posted in: Broadcasting