EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2010 ”CERDAS INDONESIAKU”

Posted on June 1, 2010

0


Jakarta, 27 Mei 2010Metro TV kembali menyelenggarakan Eagle Awards, sebuah ajang pelatihan, produksi, dan kompetisi film dokumenter bagi pemula. Dari jumlah peserta yang mengajukan proposal akan dipilih 22 tim yang lolos babak pertama.  Dari 22 tim itu,  dewan juri  memilih 10 tim semifinalis yang berhak untuk mengikuti Pitching Forum di Jakarta. Di dalam Pitching Forum akan dipilih 5 tim yang berhak menerima beasiswa untuk mengikuti pelatihan film dokumenter di Jakarta serta produksi sesuai dengan proposal masing- masing tim.

Dengan tema ”Cerdas Indonesiaku”, karya-karya EADC 2010 diharapkan dapat menampilkan karya dengan pembobotan nilai yang dapat menghubungkan kembali dunia pendidikan dengan hakekat manusia belajar untuk  dapat menemukan identitas, makna dan tujuan hidup melalui hubungannya dengan masyarakat, lingkungan alam, dan nilai-nilai spiritual. Dengan tema ini, diharapkan pembuat film mampu mengangkat cerita yang dapat memberikan kesadaran dan pencerahan terhadap potensi dan bagaimana memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh setiap insan Indonesia. Sampai dengan batas akhir pengumpulan proposal (12 Mei 2010, jam 18.00), terkumpul 326 proposal dimana yang berhak mengikuti seleksi ada 309 proposal, dengan 307 proposal yang dapat lolos ke penjurian. Dimana sejak tanggal 14-20 Mei ada 5 juri yang menyaring 50 besar proposal terbaik dari seluruh proposal yang masuk, yaitu :

1. LIANTO LUSENO ( Produser, Sutradara Film)

2. KIOEN MOE (Project Officer EADC)

3. GERZON AJA WAILA (Dosen Praktisi Film Dokumenter IKJ)

4. JOHN DON BOSCO (Senior Produser Expedition Metro TV)

5. ANI EMA SUSANTI (Penulis, Sutradara, Alumni Eagle Awards 2007)

Hasil Penjurian 50 besar Eagle Awards 2010 “Cerdas Indonesiaku” :

1. Membangun peradaban di Atas Pasir (Wahyu Abidin Saf & Dani  Ratih, Banyumas / Jawa Tengah).

2. Habibie dari  Selokan Mataram (Dendi Pratama & Danang Cahyo Nugroho, Sleman / DIY).

3. Hong (Yoyo Sutarya & Esa Hari Akbar, Bandung / Jawa Barat).

4.   Perjuanganku Bagai Camar yang Terbang Tanpa Sayap (Mukti Hening Pratiwi & Khanifan Kusuma Putra, Klaten / Jawa Tengah).

5.   Dunia Dibalik Karung (Hesti Ambarwati & Anissa Risdiyanti, Bandung / Jawa Barat).

6.   Pendidikan di Atas Roda Trailer (Risdi Priyo Cahyono &  Achmad nur, Tangerang / Banten).

7.   Mata Hati Sang Tunanetra (Yoga Rizki Kristanto & Nurul Hidayatulloh, Surabaya / Jawa Timur).

8.   Pintuku Tak Pernah Terkunci (Anisah Nurmeita & Suryarahmandanu, Yogyakarta / DIY).

9.   Suara Dari Balik Hutan Larangan (Siti Nurzanah & Garnayuda, Bogor / Jawa Barat).

10.  Pasinaon (Samrin & Saifurohman, Semarang / Jawa Tengah).

11.  Hidup di Atas Lumpur (Sumanto Pasali & Yeni Irawati, Polewalimandar / Sulawesi Barat).

12.  Mengukir Peradaban di Tepi Rel Kereta (Nurul Rahmawati & Ary Sulistyo, Surabaya / Jawa Timur).

13.  Sang Pemberi Mimpi (Mohamad Taufan Untoro & Aam Amaliah Rahmat, Bandung / Jawa Barat).

14.  TK bukan Sekolah (Stefani Fattifeylohy & Yeremia Tardika Permana, Yogyakarta / DIY).

15.  Taman Cyber Kampung Guyup Rukun (Catur Setiawan & Michael Aji Pradipta, Sleman / DIY).

16.  Kampung Cyber di Tanah Keraton (Desti Purnamasari & Ruri Fitriani, Yogyakarta / DIY).

17.  Berdiri tanpa kaki (Nurul Faturohim & Artika Rahmi, Surabaya / Jawa Timur).

18. Pembela Anak di Distrik Lampu Merah (Agus Hekso P. & Dalu, Surabaya / Jawa Timur).

19.  Sekolah “MASTER” Anak Jalanan (Deny Surahman & Wiguna Satria, Depok / Jawa Barat).

20. Beasiswa pendidikan Ala Bajo (Tomy Almijun Kibu & Rosniawanty Fikry Tahir, Kendari / Sulawesi Tengah).

21.  Merah Menyala Dalam Sekam (Muhammad Afif Faiz & Fibula Yudisaputro, Bogor / Jawa Barat).

22.  Instrumental Bunga Bangsa (Muhammad Sidiq & Novian Fahmi, Bogor / Jawa Barat).

23.  Isyarat Matahariku (Wulan Damayanti & Swastiaratna Ayu, Yogyakarta / DIY).

24.  Eksotisme Sandang Budaya Untuk Dunia Dari Bukit Imogiri (Fahrudin Alrozi & Muhamad Nashih, Bantul / DIY).

25.  Pondok Maos Guyup dan Geliat Sastra Boja (Dodi Susetiadi & Risanindia Dewastuti, Semarang / Jawa Tengah).

26.  “Njombret” Ilmu di Atas Bukit (Diestari Dian Utami & Hanifah Muslimah, Malang / Jawa Timur).

27.  Sang Penyulap “KAMPUNG INGGRIS” (Aang Risyal Yaniar & Anisa Nur Utami, Malang / Jawa Timur).

28.  Move by Rhythm (Tunggul Banjaransari & Muhamad Subhan, Karang Anyar / Jawa Tengah).

29.  Rumahku Rumah Dunia (Lingga Permesti & Yuanita Utami, Cilegon / Banten).

30.  Semata Wayang (Ibnu Rasyid Amrulah & Intan Candra Wijaya, Bantul / DIY).

31.  Srikandi Dari Onozara (Eka Dalanta Regulina & Shat Farida Berlian, Medan / Sumatera Utara).

32.  Sumanto Si Pustakawan Ontel (Angga Kusumo Aribowo & Anggita Emi Susilo, Sleman / DIY).

33.  Mentari di Kanyong Utara (Miftahul huda & Mahfuz Redzow, Simpang Hilir / Kalimantan Barat).

34.  Karat (Endra Budiman & Gungun Nuriadin, Bandung / Jawa Barat).

35.  Menembus Kegelapan (Kalam Qadra & Vany Dias Adhi Prabowo, Sleman / DIY).

36.  Merajut Asa Menebar Ilmu (Tika Vitalia & Sely Nurbanisari, Bandung / Jawa Barat).

37.  Jendela Dunia di Lereng Merapi (Mirva Vaudati & Agus Santoso, Kulonprogo / DIY).

38.  Dongeng Ajaib (Budianto & Elsa Parawira, Jakarta Selatan / DKI).

39.  Setitik Embun di Tepi Dermaga (Risky Rahman & Anang Wahyudi, Bogor / Jawa Barat).

40.  Pejuang Ras (Haswin & Aswadi N Jayadi, Pinrang / Sulawesi Selatan).

41.  Sekolah Si Burung Manyar (Dominikus Bramantyo & Liu Yulianti, Yogyakarta / DIY).

42.  Indahnya Sekolah (Antonius Eko Andrianto & Andreas Yanulian Triutomohadi        Jakarta Pusat / DKI).

43.  Galudra (Nur Hidayat & Adis Adrian, Jakarta Timur / DKI).

44.  Ganesha Dari Rimba Sumatera (Suyadi & Ilham Setiawan, Bogor / Jawa Barat).

45.  Kabar Penting di Pagi Buta (Sapto Pamungkas & Jeki Mediantri, Semarang / Jawa Tengah).

46.  “Bergema” di Lembah Dieng (Heni Purwono & Septin Anjarsari, Banjarnegara / Jawa Tengah).

47.  Kota Mengajar Manusia (Eka Widiasari & Lukman Rico, Lampung / Lampung).

48.  Mutiara Perairan Sungai Musi (M. Nuril Yunus & Aturiman, Palembang / Sumatera Selatan).

49.  Kalam (Adelia Rusvita & Nurul Agamar, Bekasi / Jawa Barat).

50.  Bingo! (Muhaman Fajri & Ani Susiowati, Surabaya / Jawa Timur).

51.  Sayap-Sayap yang Tak Pernah Patah (Belo S. Kom & Septian Seleres Bunai, Timika / Papua).

Penjurian Seleksi Proposal Tahap II (22 besar)

Setelah memilih 51 proposal terbaik, panitia akan kembali menyaring 22 proposal terbaik melalui penjurian seleksi tahap II yang akan dimulai pada tanggal 23-26 Mei 2010. Dimana pada penjurian tahap II ini ke-51 proposal secara bersamaan akan dibacakan oleh 5 orang Juri, antara lain :

  1. LIANTO LUSENO (Produser, Sutradara Film)
  2. ABDUH AZIZ (Produser, Pengurus Dewan Kesenian Jakarta)
  3. TJANDRA WIBOWO (Produser, Sutradara Film)
  4. ERWIN SETIAWAN (Manager Current Affair News Magazine – Metro TV)
  5. ANI EMA SUSANTI ( Penulis, Sutradara & Alumni EADC 2007)

Dalam masa penjurian tahap II dilakukan, diharapkan seluruh tim yang lolos 51 besar agar melakukan riset kembali dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Karena, penjurian tahap III menggunakan metode “depth interviewby phone.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi :

Henny Puspitasari

PR & Publicity Manager

Tel : (021) 583.00077 ext. 22015

Fax : (021) 581.6216

E-mail : henny@metrotvnews.com atau eagleawards@metrotvnews.com

Hp : 0817 776214 / 0816 908625

Atau klik di website METRO TV :
www.metrotvnews.com atau http://www.eagleawards-doc.com