Respon The Wahid Institute atas Serangan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara

Posted on June 2, 2010

0


Selasa, 1 Juni 2010 03:45 – Pada Senin (31/5), tentara Israel menyerang kapal Mavi Marmara di perairan Internasional, 65 kilometer lepas pantai Gaza. Kapal itu membawa  sekitar 600 relawan dari 50 negara dan 10 ribu ton bantuan kemanusiaan. Dari 600 relawan, terdapat 12 WNI perwakilan beberapa lembaga swadaya masyarakat KISPA, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), Sahabat Al-Aqsa, termasuk para wartawan dari Aljazeera Indonesia, TVOne, Hidayatullah. com, Majalah Alia, dan Sahabat Al Aqsha. Akibat serangan tersebut, puluhan orang dikabarkan tewas.Terkait serangan barbar itu, the Wahid Institute menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Amat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan tentara Israel yang menyerang langsung ke kapal yang ditumpangi masyarakat sipil terdiri dari para relawan yang telah menewaskan korban dari masyarakat sipil. Mereka adalah para relawan dan wartawan yang seharusnya mendapat perlindungan dan jaminan keamanan sebagaimana termaktub dalam sejumlah konvensi Internasional.

2. Meminta pemerintah Indonesia sesegera mungkin memperoleh informasi yang komprehesif mengenai peristiwa tersebut termasuk juga memfasilitasi para korban meninggal dan relawan selamat kembali ke Tanah Air.

3. Mendesak pemerintah Indonesia, pemerintah Amerika Serikat dan dunia internasional bersikap tegas terhadap Israel untuk mencegah pengulangan insiden kekerasan serta aksi sepihak di masa depan.

4. Mengimbau semua pihak agar kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan sengketa dan menghindari kekerasan.

5. Mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis dan tidak produktif untuk merespon kasus kekerasan ini.

Jakarta, 31 Mei 2010

Yenny Zannuba Wahid
Direktur the Wahid Institute

Posted in: International