JANGAN NODAI MISI KEMANUSIAAN DENGAN INTERVENSI POLITIK

Posted on June 3, 2010

0


Jakarta, 31 Mei 2010 – Peperangan yang terjadi pada saudara-saudara kita di Palestina menyebabkan duka yang tak berkesudahan hingga saat ini. Bantuan dan misi kemanusiaan dari berbagai negara untuk membantu meringankan penderitaan saudara- saudara kita di Palestina yang telah terjadi selama lebih dari 62 tahun dan seringkali mengalami kesulitan karena intervensi dari Israel, seperti pelarangan memberikan bantuan, penghadangan bantuan, kesulitan birokrasi dan lain sebagainya.

Kejadian tragis ini kembali terulang, tanggal 31 Mei 2010, IHH (Insani Yardim Vakfi) sebuah lembaga kemanusiaan dari Turki bersama puluhan relawan kemanusiaan dari berbagai lembaga kemanusiaan (NGO) dan media dari berbagai negara yang membawa bantuan kemanusiaan dalam sebuah kapal telah di hadang dan dan ditembaki oleh militer Israel. Tak kurang 16 orang relawan kemanusiaan telah meninggal dan 50 orang dikabarkan luka-luka.

Peristiwa ini telah mencoreng wajah dunia kemanusiaan yang harus menjunjung tinggi Prinsip-prinsip utama kemanusiaan yaitu :

  • Kemanusiaan (humanity): menjunjung tinggi hak semua orang untuk mendapatkan dan memberikan bantuan.
  • Ketidakberpihakan (impartiality): memberikan bantuan kemanusiaan sesuai dengan proporsi kebutuhan dan terkait dengan keadaan yang mendesak, tanpa ada pembedaan atas dasar gender, usia, ras, ketunaan, etnisitas, dan kebangsaan ataupun afiliasi politik, keagamaan, budaya atau kelembagaan

“Tindakan Israel tak hanya melukai IHH (Insani Yardim Vakfi), namun juga melukai semua pelaku kemanusiaan dunia dan melanggar prinsis—prinsip utama kemanusiaan”, ungkap Hening Parlan, Direktur Eksekutif HFI (Humanitarian Forum Indonesia).

Untuk itulah HFI menyampaikan pernyataan sikapnya :

  1. Mengecam keras kebijakan-kebijakan politik Israel di tanah Palestina, terutama apa yang terjadi di Gaza. Di mana berdasarkan konvensi Jenewa IV, apa yang terjadi di sana merupakan kejahatan perang yang dilakukan Israel.
  2. Mengecam keras aksi militer israel dalam melakukan aksi blokade bantuan kemanusiaan di perairan laut mediterania. Dimana militer israel telah melanggar bahasa kemanusiaan yang seharusnya tidak terjadi.
  3. Mengecam keras aksi penembakan terhadap relawan-relawan kemanusiaan dari seluruh dunia yang akan membawa bantuan kemanusiaan ke gaza.
  4. Mendesak Resolusi dewan HAM PBB untuk menyatakan adanya “pelanggaran berat hak asasi manusia” yang dilakukan oleh pasukan Israel di wilayah Palestina.
  5. Menyerukan kepada seluruh pelaku kemanusiaan untuk kembali ke misi utama kemanusiaan dan membantu saudara-saudara di Palestina.

Sikap ini kami ambil sebagai wujud keprihatinan kami atas pelanggaran hak-hak dasar manusia yang harus dijunjung tinggi oleh siapapun dan oleh negara manapun.

IHH merupakan sebuah pendiri dan Steering Comittee dari Humanitarian Forum Internasional, sebuah lembaga kemanusiaan internasional yang didirikan paska tregedi 11 September 2004 di Amerika. Lembaga ini mengembangkan dialog dan kerjasama antara negara barat dan negara-negara timur. Sedangkan Humanitarian Forum Indonesia merupakan lembaga kemanusiaan jaringan HF Internasional yang ada di Indonesia dan beranggotakan World Vision Indonesia, Yayasan Karina, YTBI (Yayasan Tanggul Bencana Indonesia), YEU (Yakkum Emergency Unit), PPKM, Domper Dhuafa dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centre).

“Kami berharap agar kejadian ini tak terulang lagi, karena bahasa kemanusiaan itu adalah lintas segalanya baik agama maupun kepentingan, penyelamatan jiwa dari masayarakat itu yang sangat di utamakan”, ungkap Arifin Purwakananta, Ketua Pengurus Humanitarian Forum Indonesia.

Humanitarian Forum Indonesia
Gedung Dakwah Muhammadiyah Lantai III
Jl. Menteng Raya N0.62 Jakarta Pusat 10340
Telp/Fax : +62 21 3923316
http://www.humanitarianforumindonesia.org