NIELSEN: 50% KONSUMEN DI INDONESIA AKAN MENGIKUTI PIALA DUNIA 2010

Posted on June 15, 2010

0


  • 24% Konsumen Indonesia menjagokan Brazil untuk memenangkan Piala Dunia, sedangkan 40% orang di global
  • Kategori Produk yang utama selama Piala Dunia: Snack, Soft Drink, Peanuts, Cigarettes, dan Energy Drink diharapkan tumbuh selama kompetisi World Cup

Jakarta , 9 JUNI 2010 – Dengan dimulainya putaran final Piala Dunia di Johannesburg pada 11 Juni besok, Nielsen menyelenggarakan sebuah survei global yang mengungkapkan bahwa 50% dari konsumen di Indonesia akan mengikuti pertandingan selama Piala Dunia. Secara global, 51% mengindikasikan mereka akan menonton pertandingan, sementara 34% menganggap diri mereka adalah penggemar bola.

Di Asia Pasifik, konsumen Indonesia adalah penggemar bola yang terbanyak dengan lebih dari setengah yang di survey (54%) mengatakan bahwa mereka adalah penggemar bola, diikuti oleh Vietnam (52%) dan India (47%). Namun, daya tarik dari Piala Dunia menjangkau lebih banyak orang dan tidak sekedar penggemar bola biasa – Nielsen mengungkapkan bahwa di negara Asia Pasifik, jumlah yang ingin mengikuti Piala Dunia lebih besar dari mereka yang menggemari sepak bola.

Negara-negara dengan keinginan mengikuti Piala Dunia yang besar adalah Korea Selatan (76%), Vietnam (68%) dan China (65%) Brazil paling banyak disebut sebagai tim yang akan menang – secara global 39% menjawab hal tersebut. Begitu juga dengan Indonesia, 24% konsumen berpikir bahwa Brazil akan menang, namun 22% menjagokan Inggris dan 11% menjagokan Spanyol. Konsumen Brazil juga optimis, 86% dengan yakin menjawab bahwa tim mereka akan membawa pialanya, namun Brazil bukanlah satu-satunya negara yang optimis, karena konsumen Spanyol (65%), Italia (45%) dan Jerman (40%) juga percaya bahwa negara mereka yang akan meraih kemenangan.

Bagaimana konsumen Indonesia akan mengikuti Piala Dunia? Televisi masih menjadi media utama dengan 77% menjawab bahwa mereka akan menonton liputan langsung dari pertandingan, namun di Asia Pasifik, hanya 59% yang akan menggunakan televisi sebagai media utama. Berdasarkan Nielsen Television Audience Measurement, Piala Dunia di tahun 2006 yang disiarkan langsung dari Jerman, disaksikan oleh rata-rata hampir 3 juta orang (usia diatas 5 tahun, di 10 kota).

Namun, TV bukanlah satu-satunya media, 62% akan mengikuti Piala Dunia melalui Koran. Bahkan media-media baru seperti online dan telepon genggam menjadi alternative bagi konsumen Indonesia untuk mengikuti pertandingan Piala Dunia dengan 31% berencana untuk menonton via live streaming, 45% akan membaca artikel online, dan 32% akan membaca melalui blog dan forum online. Dengan penetrasi telepon genggam yang senantiasa naik, 34% akan mengikuti pertandingan akbar ini melalui internet di telepon genggam mereka, sementara 13% akan mengunduh aplikasi yang berhubungan dengan Piala Dunia di telepon genggam mereka.

Piala Dunia tidak hanya berarti sepakbola dan pertandingan, namun berarti uang juga. Manufaktur melihat ini sebagai kesempatan untuk mendongkrak penjualan mereka. Nielsen data menunjukkan bahwa penjualan untuk kategori produk utama Piala Dunia naik 31% mencapai Rp. 67 Milyar di minggu berlangsungnya Piala Dunia di tahun 2006 (minggu dimulai tanggal 5 Juni dan berakhir tanggal 9 Juli).

Sementara di negara lain, kita akan melihat pertumbuhan pada penjualan bir, di Indonesia, kategori seperti snack, soft drink, kacang, rokok, and energy drink akan menikmati peningkatan penjualan. Kacang sendiri mengalami kenaikan tertinggi dengan 72 persen, diikuti oleh rokok (37%), Energy Drink (35%), Snack (28%) dan Soft Drink (19%).

Penjualan tertinggi dicapai pada minggu berlangsungnya pertandingan yang paling banyak ditonton, yaitu Jerman vs Argentina di perempat final yang ditayangkan pada jam 10.30 malam hingga jam 2 pagi ditonton oleh 6,25 juta orang (berusia 5+). Tingkat penjualan juga naik pada minggu final Piala Dunia yang menayangkan pertandingan antara Italia dan Perancis yang ditayangkan jam 11:30 malam hingga jam 4:30 pagi dan menyedot 4.2 juta penonton.

Belanja iklan juga akan melihat pertumbuhan pada bulan Juni ini dengan bersiap-siapnya sponsor untuk menayangkan iklan mereka. Melihat Piala Dunia tahun 2002 dan 2006, belanja iklan di bulan Juni meningkat 12%, dibandingkan hanya 5% di tahun-tahun biasa. Namun, Piala Dunia tidak mendorong belanja iklan secara keseluruhan untuk tumbuh lebih tinggi dari biasanya.

Selama Piala Dunia 2006, produk yang beriklan selama pertandingan langsung adalah Djarum Super menayangkan lebih dari 1000 spots, Extra Joss (476 spots) dan KratingDaeng (110 spots). Melihat tren kepemirsaan Piala Dunia yang mempu meningkatkan jumlah penonton dengan sukses, Piala Dunia 2010 akan mendorong banyak penonton televise. Dalam beberapa jam dari sekarang, kita akan melihat bagaimana Piala Dunia 2010 akan membuat orang menonton televisi. Apakah jumlah penonton televisi akan melebihi tahun 2006? Kita harus tunggu dan lihat sendiri, yang pasti, Nielsen akan menginformasikan hal tersebut kepada Anda!

Mengenai Global Online Survey

Survei ini menjangkau lebih dari 27,000 pengguna internet di seluruh dunia dan mencapai hampir 1milyar populasi online. Survei pertama kali dilakukan pada tahun 2005, dan digunakan untuk menentukan sentimen konsumen pada ekonomi, diikuti oleh keinginan belanja konsumen dan mengawasi perubahan perilaku konsumen. Survei dilakukan di 55 negara di 15 zona waktu. Di Indonesia, survei mencakup lebih dari 500 pengguna internet – yang mewakili 30 juta konsumen.

Mengenai TV Audience Measurement

TV Audience Measurement dilaksanakan di 10 kota utama di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Banjarmasin) dengan populasi TV sebanyak 49,525,104 individu berusia di atas 5 tahun. Hasil survei hanya mencakup 10 kota dan tidak mewakili kepermirsaan masyarakat Indonesia.

Mengenai Nielsen Scan Track

ScanTrack data dikumpulkan berdasarkan scanning terhadap data penjualan di Total Key Account (termasuk promosi in-store). Mencakup lebih dari 100 kategori produk, Scan Track dilaksanakan di 6 kota besar: Greater Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar.

Mengenai Nielsen Advertising Services

Nielsen Advertising Information Services adalah pelayanan monitoring terhadap aktifitas beriklan di Indonesia yang mencakup 24 TV, 103 koran, dan 165 Majalah & Tabloid. Nilai adalah gross rate card, dan tidak termasuk diskon, promo, dll.

Mengenai The Nielsen Company

The Nielsen Company adalah sebuah perusahaan informasi dan media global dengan posisi sebagai pemimpin pasar dalam informasi pemasaran dan konsumen, televisi dan pengukuran media lainnya, online, pengukuran mobile, trade shows dan bisnis penerbitan. Perusahaan ini milik privat dan aktif beroperasi di lebih dari 100 negara, dengan kantor pusar di New York, USA. Untuk informasi yang lebih detail, kunjungi http://www.nielsen.com.